7 September 2008

HARAPAN SEMUA ORANG MUSLIM

Muncul Entah dari Mana

Seorang suami mendekati seorang gadis cantik di sebuah supermarket dan bilang: “Maaf, saya kehilangan istri saya di sini, bisa ngobrol sebentar barang dua-tiga menit?”

“Kenapa?” tanya si gadis.

“Karena setiap saya ngobrol sama gadis cantik, istri saya bisa tiba-tiba muncul entah dari mana…”

Tidak Sedang Belanja

Terdengar teriakan panik di sebuah kantor polisi:

“Pak polisi! Istri saya sudah dua jam tidak kembali! Aduh… jangan-jangan dia diculik, atau kecelakaan… atau sedang belanja?! Ya Tuhan! Moga-moga dia tidak sedang belanja!!!”

Anda Boleh Ambil Istri Saya

Seorang laki-laki memasang iklan di koran yang bunyinya: “Mencari seorang istri.”

Keesokan harinya dia menerima ratusan surat balasan yang isinya hampir sama:

“Anda boleh ambil istri saya.”

Penjual Topi

Seorang penjual topi berjalan melintasi hutan. Karena cuaca panas, ia memutuskan beristirahat sejenak di bawah sebuah pohon besar. Sebelum merebahkan diri, ia meletakkan keranjang berisi topi-topi dagangan di sampingnya. Beberapa jam ia terlelap dan terbangun oleh suara-suara ribut.

Hal pertama yang disadarinya adalah bahwa semua topi dagangannya telah hilang. Kemudian ia mendengar suara monyet-monyet di atas pohon. Ia mendongak keatas dan betapa terkejutnya ia melihat pohon itu penuh dengan monyet, yang semuanya mengenakan topi-topinya.

Seorang penjual topi berjalan melintasi hutan. Karena cuaca panas, ia memutuskan beristirahat sejenak di bawah sebuah pohon besar. Sebelum merebahkan diri, ia meletakkan keranjang berisi topi-topi dagangan di sampingnya. Beberapa jam ia terlelap dan terbangun oleh suara-suara ribut.

Hal pertama yang disadarinya adalah bahwa semua topi dagangannya telah hilang. Kemudian ia mendengar suara monyet-monyet di atas pohon. Ia mendongak keatas dan betapa terkejutnya ia melihat pohon itu penuh dengan monyet, yang semuanya mengenakan topi-topinya.

Penjual topi itu terduduk dan berpikir keras bagaimana caranya ia bisa mendapatkan kembali topi-topi dagangannya yang sedang dibuat main-main oleh monyet-monyet itu. Ia berpikir dan berpikir, dan mulai menggaruk-garuk kepalanya. Ternyata monyet-monyet itu menirukan tingkah lakunya. Kemudian, ia melepas topinya dan mengipas-ngipaskan ke wajahnya. Ternyata monyet-monyet itu pun melakukan hal yang sama.

Aha…! Ia pun mendapat ide…! Lalu ia membuang topinya ke tanah, dan monyet-monyet itu juga membuang topi-topi di tangan mereka ke tanah. Segera saja si penjual itu mengumpulkan dan mendapatkan kembali semua topi-topinya. Ia pun melanjutkan perjalanannya.

Lima puluh tahun kemudian, cucu dari si penjual topi itu juga menjadi seorang penjual topi juga dan telah mendengar cerita tentang monyet-monyet itu dari kakeknya. Suatu hari, persis seperti kakeknya, ia melintasi hutan yang sama. Ia beristirahat di bawah pohon yang sama dan meletakkan keranjang berisi topi-topi dagangan di sampingnya. Ketika terbangun iapun menyadari kalau monyet-monyet di pohon tersebut telah mengambil semua topi-topinya.

Ia pun teringat akan cerita kakeknya. Ia mulai menggaruk-garuk kepala, dan monyet-monyet itu menirukannya. Ia melepas topinya dan mengipas-ngipaskan ke wajahnya, monyet-monyet itu masih menirukannya. Nah, sekarang ia merasa yakin akan ide kakeknya. Kemudian ia melempar topinya ke tanah. Tapi kali ini ia yang terkejut, karena monyet-monyet itu tidak menirukannya dan tetap memegangi topi-topi itu erat-erat.

Kemudian, seekor monyet turun dari pohon, mengambil topi yang dilemparkan oleh cucu penjual topi itu, lalu menepuk bahunya sambil berkata, “Emangnya cuman elo aja yang punya kakek…?”· · · · · · · · · ·

Udah selesai ketawanya? Atau masih belum merasa lucu? Baca lagi humor yang lain:

Suka Nyamber Pohon

Dua orang teman sedang berbincang-bincang, “Istri gue kalo nyetir kayak kilat!”

“Maksud loe cepat kayak pembalap F1 gitu?”

“Bukan, dia suka nyamber pohon!”

gitu j dlu ya


0 komentar:

 

LAMPUNG, SAI ,KHUWAI ,JUKHAI...! © 2008. Design By: SkinCorner